”Kegiatan ini selain didasarkan pada awig-awig desa adat Buleeng juga mengacu pada lontar segara bumi,”lanjutnya. Untuk diketahui Majelis Desa Adat Propinsi Bali melalui suratnya tertanggal 18 April 2020 tentang penegasan nunas ica di kahyangan tiga dan kemulan menegaskan bahwa dalam situasi gering agung Covid-19 desa adat di Bali diminta untuk tetap melanjutkan nunas ica bersama Pemangku kahyangan Tiga dengan cara nyejer daksina sampai Covid-19 berakhir da nada pemberitahuan lebih lanjut.
Turut serta ngastitiang upacara nunas Ica Peneduh Gumi khusus pada Tilem Kedasa mendatang secara serentak dengan ngaturang banten pejati masing-masing asoroh di Pura Kahyangan Tiga dengan peserta terbatas, ngaturang bantensuci asoroh , sorohan tumpang pitu asoroh, rayunan putih kuning adulang, segehan, metabuh arak berem di pengulun setra, ngarcana Bhatara Yama. W - 008










