Sementara Bendesa Adat Ungasan, Wayan Disel Astawa mengatakan, pihaknya selalu mensupport kesenian di Desa Adat Ungasan. Ia berterima kasih karena Desa Adat Ungasan telah dipilih ikut mensukseskan PKB tahun 2025. “Kami diberi kesempatan untuk menampilkan yang pertama adalah gong kebyar yang sudah pentas kemarin dan yang kedua adalah dari komunitas seni Taksu Mandala yaitu pelegongan klasik. Jadi hal ini adalah suatu kebanggaan dan kehormatan yang kami rasakan selaku masyarakat Desa Adat Ungasan dan khususnya bagi generasi muda karena mengajarkan dan melestarikan seni, adat, dan budaya itu bukan hanya cukup karena ada finansial tetapi harus ada kemauan dan niat dan bakat,” terangnya.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali ini pun mengapresiasi penampilan dari Komunitas Seni Taksu Mandala. Tanpa bakat, kemauan, dan niat sebesar apapun anggaran yang diberikan pasti akan lalai. "Astungkara, kami punya generasi muda yang dalam hal ini adalah mau untuk menjaga adat, seni dan budaya," tegasnya.W-004










