Bupati Mas Sumatri juga mengakui, keberhasilan prestasi ditengah Kabupaten Karangasem dilanda musibah Erupsi gunung Agung cukup berat. Namun berkat doa dari semua pihak, Karangasem telah mampu menyelesaikan masalah pengungsi yang saat ini sudah kembali ketempat asalnya. "Tahun lalu kita sedang diuji dengan erupsi Gunung Agung, namun ditengah itu Karangasem tetap menorehkan prestasi," ujarnya lagi.
Selain itu selama perjalanan dua tahun ini, Pemerintah Karangasem juga mengeluarkan branding "Karangasem The Spirit Of Bali". Branding yang merupakan ide dan pemikiran tersebut sebagai landasan untuk melakukan pembangunan di Karangasem. Tagline Karangasem The Spirit Of Bali sangatlah pantas disandang Karangasem, mengingat Kabupaten paling ujung timur pulau Bali merupakan poros Bali. "Bayangkan, Gunung agung bergoyang sebentar saja cukup dirasakan di seluruh Bali," ujarnya.
Pihaknya pun tetap berkomitmen menjalankan visi,misi dan program yang telah dibuat sejak masa kampanye yakni Bersih, Cerdas, dan Bermartabat berlandaskan Tri Hita Karana. Wujud Cerdas sendiri, dengan mengeluarkan Kartu Karangasem Cerdas dimana untuk tahun ini, pemerintah Karangasem menganggarkan Rp 20 miliar lebih yang diperuntukan untuk mempercepat pengentasan buta aksara yang masih tinggi. "Target 9 tahun tuntas belajar dapat tercapai secepatnya," ujarnya.
Selain itu untuk mempercepat kemajuan Karangasem, pihaknya pun terus melakukan lobi-lobi kepusat. Salah satunya dengan melanjutka kembali dermaga tanah Ampo yang diharapkan menjadi salah satu pelabuhan kapal pesiar terbesar di Bali. Dalam waktu dekat ini Dermaga Rakyat Padang Bai yang menjadi pelabuhan wisata di Karangasem juga akan segera di perbaiki dan dilakukan penataan, ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan. “Penataan Pelabuhan rakyat kita harapkan bisa memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang akan melakukan penyeberangan,” ujar bupati perempuan pertama di Karangasem










