Sanggar Seni Bade Mas Duta Kabupaten Badung Suguhkan Pagelaran Gamelan Inovatif pada PKB XLVI
Tampilkan empat materi
Busana Mepeed, Busana Ke Pura Anak-Anak, Busana Menek Kelih, Busana Kerja Adat, Busana Mepandes dan Busana Pawiwahan.
Membawakan ‘Papaklesa’ yang benang merahnya berarti pembersihan atau di Bali dikenal dengan istilah ‘melukat’.
Pementasan revitalisasi kesenian klasik pihaknya menampilkan pergelaran “Arja Cupak” yang mengacu para tema PKB tahun ini yaitu manusia unggul.
Mengeksplorasi ide-ide kreatif dan inovatif yang dituangkan melalui desain busana casual endek
“Kami berusaha untuk menampilkan sebuah pagelaran yang merupakan karya-karya dari Maestro I Wayan Lotring, sebagai salah satu tokoh yang memberikan spirit dalam berkesenian di Kuta khususnya dan di Badung pada umumnya,”
Sanggar Seni Jayengrat berhasil menampilkan Tabuh Semara Pegulingan sebagai seni tabuh klasik dan tradisi yang dikolaborasikan dengan Tabuh Kreasi kekinian.
Cerita ini mengisahkan tentang Pangeran Kerajaan Kahuripan, Raden Mantri, yang mendapat pawisik dari sebuah mimpi.
Tampilkan rekonstruksi Gamelan Tua dan Angklung Keklentangan yang memukau penonton.
Memaksimalkan latihan, pihaknya sangat berharap Kabupaten Badung merenovasi lapangan tenis indoor milik Pemkab Badung