Sanggar Asti Pradnyaswari Tampilkan Prosesi ‘Melukat’ pada Pergelaran Kolosal Berbasis Tradisi PKB XLVI

IMG-20240708-WA0049
Sanggar Asti Pradnyaswari menyuguhkan prosesi melukat pada PKB XLVI, Sabtu (6/7) di Panggung Terbuka, Ardha Candra, Art Centre, Denpasar. 

 

MANGUPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sanggar Asti Pradnyaswari menjadi Duta Kabupaten Badung dalam Pergelaran Kolosal Berbasis Tradisi di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI, Sabtu (6/7) di Panggung Terbuka, Ardha Candra, Art Centre, Denpasar. 

Sanggar dari Banjar Ancak, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan ini hadir dengan menampilkan prosesi 'melukat' yang berarti pencapaian pembersihan jiwa dan melepas aura-aura buruk dari dalam tubuh. Dalam penampilan yang spektakuler tersebut, mereka sukses memukau penonton.

Penata Seni Sanggar Asti Pradnyaswari, I Ketut Gede Narmada, menjelaskan pihaknya membawakan 'Papaklesa' yang benang merahnya berarti pembersihan atau di Bali dikenal dengan istilah 'melukat'. Ia mengatakan melalui karya tersebut juga dapat mengirimkan pesan kepada penonton agar senantiasa peduli terhadap kelestarian alam dan lingkungan. 

"Karena media dari melukat itu berasal dari air. Melalui air yang berasal dari alam dapat membersihkan jiwa dan hal-hal negatif. Oleh karena itu kita sebagai makhluk hidup yang ada di bumi ini, haruslah peduli dengan alam, lingkungan dan sesama, sesuai dengan konsep tri hita karana," ungkapnya. 

Dalam pertunjukan yang ditampilkannya, Narmada menyebut diisi sekitar 150 seniman, yang terdiri dari komposisi penari kurang lebih 90 orang dan sisanya dari seniman tabuh. 

Sementara, Pimpinan Sanggar Asti Pradnyaswari, I Wayan Sudiksa menuturkan, persiapan yang dilakukan pihaknya tampil dalam pergelaran ini hanyalah sekitar dua bulan. Meskipun persiapan cukup mepet karena padatnya kesibukan dari masing-masing anggota sanggar, namun hal tersebut tak menyurutkan semangat untuk memberikan penampilan yang terbaik. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top