Eka menambahkan, selain itu, Pemkab Tabanan juga mengembangkan ekonomi inovatif melalui pengolahan hasil tani yang dimiliki. “Tabanan memiliki program 1 desa 1 produk unggulan untuk itu kami akan terus melatih petani kita agar menjadi mandiri yang tentunya didukung oleh Bumdes yang kami miliki. Selain itu dalam pengolahan ada strategi yang meningkatkan ekonomi inovatif misalnya beras itu dijual tidak hanya dalam bentuk beras melainkan sudah diolah dalam bentuk lain seperti teh beras merah sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi”, papar Bupati Eka.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Tabanan Bali Ida Bagus Wiratmaja, menyampaikan dukungannya terhadap kerjasama tersebut. Dikatakannya program kerja sama ini merupakan dukungan diberikan agar kami dapat mengolola SDM dengan baik. "Terutama dalam memberdayakan SDM kesetaraan gender seperti mengajarkan para wanita tani tidak hanya untuk mengolah sesuatu menjadi produk nilai tambah melainkan ktia juga akan membantu untuk menjamin pasarnya melalui Bundes sesuai bisnis plan kemudian dibeli oleh BumDa, sehingga kita bisa menyelesaikan seluruh permasalahan dari hulu ke hilirnya”, tutur Wiratmaja.
Direktur DTTP Bappenas Sumedi Andono yang juga hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi kepada seluruh Pemerintah Daerah yang telah berhasil menjadi penerima bantuan Responsive Innovation Fund (RIF) tahap pertama. “Pertemuan hari ini merupakan komitmen untuk membangun desa dari kerjasama yang dilakukan oleh Pemerintah Kanada bersama Badan Pembangunan Nasional (Bapenas) dan setiap daerah pasti memiliki potensinya masing-masing untuk itu kita harus melatih kemampuan kita dalam membangun daerah bukan kerjasama dengan bantuan dana melainkan kerjasama untuk mengelola agar SDM menjadi lebih produktif dan mendukung keunggulan daerah sehingga menjadi unggulan yang kompetitif”, jelas Sumedi.










