BULELENG-fajarbali.com | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna, Sekretaris Daerah Gede Suyasa, dan Asisten Bidang Administrasi Umum Gede Sugiartha Widiada memimpin rapat evaluasi realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Triwulan III Tahun 2026, bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Rabu (7/10/2026).
Dalam paparannya, Sekda Gede Suyasa menyampaikan bahwa proyeksi PAD Kabupaten Buleleng Tahun 2026 sebesar Rp 823 miliar lebih, dengan proyeksi capaian Triwulan III sebesar 75 persen atau senilai Rp617 miliar lebih. Adapun realisasi PAD hingga September 2026 secara year on year baru mencapai 63,33 persen atau sebesar Rp521 miliar lebih.
Sekda Suyasa bersama para kepala perangkat daerah yang mengelola pemungutan retribusi menelaah beberapa sektor yang realisasinya masih di bawah target. Di antaranya realisasi PAD di Dinas Kesehatan, khususnya pada Puskesmas Busungbiu II yang baru mencapai 56,82 persen, lebih rendah dibandingkan puskesmas lainnya.
“Hal tersebut disebabkan oleh rendahnya kunjungan pasien umum dibandingkan pasien BPJS, yang sekaligus mengindikasikan meningkatnya tingkat kesehatan masyarakat,”tutur Suyasa dalam menyampaikan paparan.
Selanjutnya, realisasi PAD dari retribusi Rumah Potong Hewan hingga periode Januari-Juli baru mencapai 59,01 persen. Sektor ini dinilai masih memiliki peluang untuk ditingkatkan pada tahun anggaran mendatang.
“Sementara untuk retribusi pelayanan persampahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bengkala, realisasi Triwulan III baru mencapai 54,27 persen atau sebesar Rp1,8 miliar lebih. Kondisi tersebut disebabkan berkurangnya volume sampah yang masuk ke TPA akibat implementasi kebijakan Pemerintah Provinsi Bali tentang pemilahan sampah dari sumbernya serta optimalisasi pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Unit (BSU) di masing-masing desa,”lanjutnya.










