“Kami telah berhasil membuat buku panduan agar program MBKM di Unud bisa berjalan konsisten yang dipandu oleh buku panduan. Ini bisa digunakan oleh semua unit, dosen, mahasiswa, dan pegawai. Buku panduan sudah dibuat LP3M yang referensinya dari Kementerian,” tambah Rektor.
Plt. Dirjen Dikti Ristek, Prof. Nizam menjelaskan, program MBKM mendorong agar lulusan perguruan tinggi mampu menjadi sumber daya yang produktif, mandiri, berkarakter, dan mengembangkan potensinya secara optimal. Prof. Nizam menambahkan, program MBKM yang digagas Kemendikbudristek merupakan program nasional yang dapat diikuti mahasiswa dari manapun.
Melalui program MBKM, Kementerian pada tahun ini mendanai 60.000 mahasiswa dari Sabang sampai Merauke. Menurut Prof. Nizam, Universitas Udayana dapat memanfaatkan bentuk pendanaan dari pemerintah dalam melaksanakan program MBKM. Pendanaan tersebut antara lain pendanaan Indikator Kinerja Utama (IKU), pendanaan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), dan Matching Fund Kedaireka.
“Selain itu, yang sangat kita dorong adalah kolaborasi Unud dengan mitra-mitranya. Di Bali ini sangat potensial mitra-mitranya dari industri pariwisata, ekonomi kreatif, dan berbagai macam sektor yang sangat potensial untuk dikerjasamakan. Dinas di pemerintah daerah, semua dinas pasti punya agenda pembangunan. Kalau disinergikan dengan pembelajaran di Unud, maka itu akan sangat baik,” jelas Prof. Nizam. (rl)
Sumber: www.unud.ac.id












