Sudikerta Sebut Posisinya Aman, Tetap Maju Sebagai Cagub

 

Ditahannya Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) memunculkan banyak spekulasi dari berbagai pihaknya. Salah satunya terkait rekomendasi calon yang akan diusung oleh Partai Golkar pada Pilgub Bali 2018.

 

DENPASAR-fajarbali.com | Pasalnya, Partai berlambang Pohon Beringin tersebut telah menetapkan Ketua DPD I Partai Golkar Bali Ketut Sudikerta sebagai calon gubernur.

Menurut Sudikerta, apa yang terjadi di pusat tak akan berpengaruh di daerah, khususnya soal rekomendasi. Dia yakin jika apa yang telah diputuskan oleh DPP dengan memberikan rekomendasi kepada dirinya tak akan berubah. “Gak lah itu (Setnov ditahan) tidak akan mengubah (rekomendasi). Beda, masalah pusat itu pusat, kalau daerah ya daerah,” tegasnya, Selasa (22/11/2017).

Begitu juga saat disinggung mengenai wacana Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang akan mengusung Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra sebagai Calon Gubernur. Pria yang akrab dengan sebutan Sudikerta Gubernur Bali (SGB) ini tetap menyatakan akan maju sebagai calon gubernur bukan wakil guberbnur. Kalaupun ada aspirasi dari internal Partai Golkar yang menginginkan agar maju mendampingi Rai Mantra, pihaknya sangat menghargai hal tersebut. Namun, kembali kepada perintah partai.

Mengenai tandem, Sudikerta mengaku sudah mengantongi menetapkan satu nama. Bahkan, dalam waktu dekat ini dirinya akan mengumumkan kepada publik. Namun, saat didesak untuk menyebutkan nama yang dimaksud, mantan Wakil Bupati Badung ini masih merahasiakan. “Sudah di kantong, segera diumumkan. Sekitar 27 atau 28 November kami buka. Sekarang masih digodok koalisi,” tandasnya.

Soal adanya perpecahan antar partai politik di KRB soal calon yang akan diusung, dimana PKPI, Hanura, Perindo mengusung Kerta-Pasek dan Partai Demokrat, Gerindra, dan NasDem menginginkan Dharma-Kerta, menurutnya itu bagian dari aspirasi. Untuk itu, perlu adanya satu persepsi tanpa harus mengedepankan ego sektoral.

“Kalau koalisi harus menurunkan ego sektoral. Kita bersatu untuk membangun Bali ke depan. Saya minta koalisi melakukan komunikasi intensif,” pungkasnya. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Gunung Agung Meletus Tipe Freatik

Sel Nov 21 , 2017
Gunung Agung yang meletus pada Selasa (21/11/2017) pukul 17:05 WITA, termasuk letusan jenis freatik. Tinggi asap kelabu tebal dengan tekanan sedang maksimum 700 meter. 
BPD BALI