Dirinya tak memungkiri, jika didasarkan pada survey, Ketut Sudikerta jauh diunggulkan daripada calon lainnya. Akan tetapi berbeda apabila dilakukan survey berpasangan. Tingkat keterpilihan masyarakat maka paket Dharma-Kerta yang memiliki elektabilitas yang tinggi.
Dengan demikian, hal ini menjadi pertimbangan bagi partai dalam mengeluarkan surat perintah. “Perubahan rekomendasi ini tidak sertamerta langsung berubah begitu saja tanpa melihat catatan dan hasil kajian. Sebab, perubahan rekomendasi baru konsekwensinya sangat berat tetapi itulah aspirasi yang berkembang,” papar anggota Komisi I DPRD Bali ini.
Gunawan yakin jika figur seorang Ketut Sudikerta sangat negarawan. Maka dari itu, dirinya optimis Sudikerta mampu menjalankan tugas dari partai. "Kalau melihat riilnya suasana kebatinan saya secara pribadi, saya juga sedih yang sejak awal kita suarakan sebagai Cagub, sekarang berubah menjadi cawagub. Namun kita kembali pada aspirasi masyarakat Bali yang menginginkan paket Dharma-Kerta dan sudah langsung dapat diterima. Ini suara rakyat dan suara Golkar adalah suara rakyat,” tandasnya.
Di sisi lain, dukungan terhadap Paket Dharma-Kerta telah bermunculan. Salah satu dari Kader sekaligus Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Bali Wayan Rawan Atmaja. Politisi asal Kuta Selatan ini sudah mencetak hampir 100 baliho Paket Dharma-Kerta dengan berbagai ukuran. “Ini lihat, kita sudah cetak baliho dan paket Dharma-Kerta sudah final. Ini perintah partai dan saya sudah cetak 100 pcs baliho," singkatnya. (her)










