Stunting di Desa Ababi Tergolong Tinggi, Orangtua Diingatkan Perbaiki Pola Asuh

Stunt

Hal senada disampaikan Perbekel Desa Ababi I Wayan Siki. Ia mengapresiasi BKKBN dan warganya yang sangat antusias mengikuti kegiatan. Terbukti, banyak ibu hamil dan balita hadir mendengarkan materi dari narasumber.

Wayan Siki berharap, pasca-kegiatan, warga pengetahuan warga Ababi tentang stunting serta pola hidup bersih dan sehat semakin terbangun.

Dikonfirmasi pada saat yang sama, I Gede Selamet Eka Jaya, Penyuluh KB Ababi, mengakui bahwa pola asuh menjadi faktor penyumbang stunting. Pihaknya dan semua komponen, telah bekerja keras, sehingga angka 72 balita terindikasi stunting itu bisa diturunkan lagi yang sebelumnya mencapai 200 balita.

Para Penyuluh KB Ababi bakal segera merevisi data terbaru, karena ada yang perlu diperbaiki. "Desember depan akan kelihatan hasilnya. Kami optimis 72 itu berkurang menjadi 50-an balita," kata Eka Jaya.

Sekretaris BKKBN Bali, I Made Arnawa, mewakili kepala perwakilan, dalam sambutannya menerangkan, stunting menjadi program prioritas nasional berdasarkan Perpres No 72/2021. Provinsi Bali, lanjut Arnawa, mencatatkan diri sebagai provinsi dengan prevalensi stunting terendah se-Indonesia.

"Hal ini tentu berkat kolaborasi, kerja keras serta komitmen kita semua. Karena stunting tidak bisa diatasi satu atau dua pihak saja," kata Arnawa.

BKKBN Bali, menurut dia, telah menggelar kegiatan serupa hampir menyasar seluruh Bali. Meliputi Promosi dan KIE di Wilayah Khusus dan Tingkat Kabupaten/Kota. Ia mengajak semua komponen konsisten agar semua target tercapai demi menyambut Indonesia Emas 2045.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top