Strategi ITDC Hadapi Libur Akhir Tahun, Fokus pada Pelayanan Prima dan Manajemen Risiko di Nusa Dua hingga Golo Mori

u7-1000454117
InJourney pastikan kesiapan penuh 3 destinasi super prioritas sambut lonjakan wisatawan Nataru 2026.

MANGUPURA-fajarbali.com | Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, InJourney, bersama anak usahanya, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC, menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut lonjakan wisatawan pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Melalui penguatan manajemen risiko dan operasional, ITDC berkomitmen menghadirkan pelayanan prima di tiga kawasan utama yang dikelolanya, yakni The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori.

​Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menegaskan bahwa periode Nataru merupakan fase krusial dengan mobilitas wisatawan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan risiko yang terukur dan prudent guna menjaga stabilitas operasional di seluruh kawasan destinasi. "Fokus utama manajemen adalah menjaga keselamatan pengunjung sekaligus memastikan keberlanjutan kinerja ekonomi di tengah peningkatan aktivitas wisata yang signifikan," ungkapnya.

​Di kawasan The Nusa Dua, Bali, tren kunjungan tercatat sangat positif dengan total mencapai 3,4 juta orang hingga November 2025. Menyambut akhir tahun, kawasan ini telah menyiapkan berbagai agenda festive dining dan atraksi ramah keluarga di sejumlah hotel berbintang. Program unggulan seperti Christmas Eve Dinner hingga New Year’s Eve Gala Dinner siap memanjakan para pelancong yang mencari kemewahan dan kenyamanan.

​Tidak hanya mengedepankan aspek kuliner, The Nusa Dua juga akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan budaya dan paduan suara (choir performance). Aktivitas ini dirancang untuk menciptakan suasana liburan yang hangat dan berkesan, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Nusa Dua sebagai destinasi wisata kelas dunia yang tetap menjunjung tinggi nilai lokal.

​Beralih ke Nusa Tenggara Barat, ITDC memproyeksikan Kawasan The Mandalika akan diserbu oleh sekitar 118.733 wisatawan selama periode libur akhir tahun ini. Lonjakan ini didukung oleh berbagai inisiatif dari para tenant, mulai dari hiburan musik live, penampilan DJ, hingga jamuan makan malam gala yang megah. Aktivitas ini diprediksi akan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan muda dan keluarga yang ingin merayakan pergantian tahun.

BACA JUGA:  Jelang Tutup Tahun 2022, Occupancy Rate Di Solia Legian Bali Semakin Menguat

​Untuk memastikan kelancaran acara di Mandalika, ITDC melakukan pengawasan ketat dan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Hal ini dilakukan demi menjamin aspek keamanan, kenyamanan, dan ketertiban tetap terjaga di tengah keramaian. Sinergi ini menjadi kunci sukses ITDC dalam mengelola kawasan yang kini menjadi ikon pariwisata baru Indonesia tersebut.

​Sementara itu, The Golo Mori di Labuan Bajo menawarkan konsep liburan yang berbeda melalui pendekatan yang lebih intim dan reflektif. Melalui Nuka Beach Club, wisatawan diajak menikmati paket menu spesial Natal dan rangkaian acara kreatif seperti Gingerbread by the Beach. Konsep ini menyasar wisatawan yang menginginkan suasana liburan lebih tenang namun tetap eksklusif di tepi pantai.

​Puncak perayaan di Golo Mori ditandai dengan program bertajuk “Journey of Heartfelt Harmony” yang akan digelar pada pertengahan Desember. Rangkaian acara berlanjut hingga malam pergantian tahun yang dikemas dalam beberapa fase, mulai dari momen senja yang hangat hingga selebrasi malam tahun baru. Inisiatif ini mempertegas komitmen ITDC dalam memberikan pengalaman yang variatif di setiap kawasan kelolaannya.

​Dari sisi teknis, ITDC telah memperkuat pengamanan dengan mendirikan posko kesiapsiagaan di titik-titik strategis serta mengatur arus lalu lintas kawasan. Troy Warokka memaparkan bahwa seluruh infrastruktur pendukung telah disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung secara mendadak. "Tujuannya adalah memastikan setiap individu dapat menikmati momentum liburan dengan aman dan terkendali tanpa menurunkan kualitas pengalaman wisata," ucapnya.

​Dengan segala persiapan komprehensif ini, ITDC optimistis libur Nataru 2025/2026 akan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Kesiapan operasional yang matang diharapkan tidak hanya meningkatkan angka kunjungan, tetapi juga memperkuat citra pariwisata Indonesia yang profesional dan berstandar internasional di mata dunia. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top