Stok Plasma Konvalesen Berkurang, UTD RSUP Sanglah Ingatkan Penyintas Covid-19 untuk Berdonor

Denpasar-fajarbali.com | Terapi Plasma Konvalesen merupakan salah satu terapi alternatif untuk mengobati pasien positif Covid-19. Di Bali sendiri, terapi plasma konvalesen sudah dapat dilakukan di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bali dan UTD RSUP Sanglah, Denpasar.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi donor darah konvalesen mampu menyembuhkan pasien hingga 80 persen, namun pasien yang telah sembuh dari Covid-19 tidak banyak yang bersedia melakukan donor plasma konvelesen.

Minimnya pendonor plasma konvelesen mengakibatkan stok plasma konvalesen di UTD RSUP Sanglah mulai menipis. Bahkan stok untuk golongan darah AB kosong per Rabu (26/5/2021). Sedangkan permintaan plasma konvalesen yang digunakan untuk terapi pengobatan pasien Covid-19 terus meningkat, seiring masih adanya penambahan kasus positif covid-19.

Baca Juga :
Sidang Kasus Dugaan Pemalsuan Jual Beli Tanah di Cemagi Dilanjutkan
Pasok Narkoba Paling Mematikan di Dunia Berasal dari Hutan Amazon, Bule Rusia Ditangkap

Kepala UTD RSUP Sanglah, Dr. dr. Ni Kadek Mulyantari SpPK (K) mengatakan, untuk menjaga kestabilan antara permintaan dan pemenuhan, setidaknya UTD RSUP Sanglah harus menyediakan stok plasma untuk golongan A, B, dan O masing-masing sebanyak 10 kantong. Sedangkan golongan AB minimal 5 kantong mengingat cukup sulit juga untuk menemukannya.

“Dengan terjaganya stok, pasien yang membutuhkan plasma bisa mendapatkannya dengan segera. Ketersediaan stok harus siap. Jadi, begitu ada permintaan untuk pasien Covid-19, plasmanya sudah siap. Sehingga pasien cepat dapat dilayani. Ada beberapa kasus, di mana begitu ada permintaan, stok kami tidak cukup. Jadi kami masih harus menghubungi pendonor dulu,” ungkapnya.

Diakuinya, terdapat beberapa kendala dalam menghubungi donor khusus plasma konvalesen ini. Salah satunya harus menyesuaikan dengan waktu pendonor yang memiliki kesibukan.

“Misalnya donor lagi kerja atau ada kesibukan, kami juga harus menyesuaikan dengan waktu yang dimiliki pendonor. Belum lagi kalau ada pendonor yang kriterianya tidak memenuhi, kami tidak bisa ambil plasmanya,” imbuhnya.

Mulyantari berharap, dari sekian banyak pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh agar bersedia menyumbangkan plasmanya. Bilamana ada penyintas Covid-19 yang ingin berdonor, bisa langsung datang ke UTD RSUP Sanglah.

“Pelayanan donor darah kami lakukan dari pukul 08.00 sampai 20.00 Wita. Setiap hari termasuk hari libur,” terangnya

Adapun syarat masyarakat bisa donor plasma konvalesen yakni berusia 17- 60 tahun dan pernah menjadi pasien covid-19 (bukan OTG). Yang bersangkutan telah sembuh dari Covid-19 lebih dari 14 hari dan bebas keluhan minimal 14 hari. Selain itu, donor bisa dari laki-laki atau perempuan yang belum pernah hamil dan belum pernah menerima transfusi darah. Termasuk berat badan di atas 55 kg.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Program WFB Diharapkan Dapat Menyasar Seluruh Kabupaten di Bali

Sab Mei 29 , 2021
Denpasar-fajarbali.com | Pelaku industri pariwisata di Bali meminta agar Work From Bali (WFB) segera direalisasikan dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi. 
BPD BALI