Dari hasil pengecekan itu, diketahui, langkanya stok masker di Bangli terjadi akibat selama ini masih minimnya kesadaran masyarakat untuk melindungi kesehatan dirinya dengan menggunakan masker. “Stok masker di Bangli selama ini memang tidak banyak. Sebab, biasanya di Bangli jarang yang beli masker,” ungkap AKP.Sulhadi mengutif pengakuan sejumlah pemilik apotik yang dilakukan pengecekan. Namun akhir-akhir ini, lanjut Sulhadi, diduga karena adanya kekhawatiran penyebaran virus corona menyebabkan banyak masyarakat yang membeli masker. “Itu yang menjadi penyebab, masker di Bangli juga langka. Sedangkan untuk harganya, relative masih normal,” tegasnya.
Tindak lanjut dari itu, pihaknya mengaku akan lebih intens melakukan pengawasan terhadap keberadaan Apotik dan Toserba di Bangli agar tidak sampai melakukan penimbunan alat-alat kesehatan termasuk obat-obatan demi menjaga kondusifitas masyarakat Bangli. (arw)










