DPRD Bali juga turut mengecek persediaan sembako lainnya, seperti Gula Pasir. Diketahui, sampai saat ini sudah tersedia 150 ton lebih. Beberapa minggu lagi, diperkirakan akan kembali bertambah sebanyak 300 ton. “Artinya sudah tidak ada kekhawatiran kelangkaan gula lagi,” akunya.
Sugawa berpesan, agar seluruh dinas terkait bisa saling berkoordinasi. Supaya tidak terjadi kelangkaan stok pangan di Bali. Jika hal itu terjadi, dipastikan akan berpengaruh di pasaran. “Kondisi itu bisa dimanfaatkan oleh spekulan, dan masyarakat yang akan dirugikan,” tandasnya.
Terakhir, Ketua DPD I Partai Golkar Bali ini menghimbau sekaligus mengingatkan kepada semua pihak, agar bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang bersumber dari APBN ataupun APBD tidak dikaitkan dengan politik. “Jangan dikaitkan dengan politik, dan dilakukan dengan transparan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi menambahkan, Bulog sampai saat ini ketersediaan stok pangan khususnya beras sudah siap. Termasuk pembagian bantuan dari pemerintah. “Bulog sudah sangat siap, untuk enam bulan kedepan pun masih ada,” tambahnya.
Mengenai gula pasir, belakangan memang sempat ada kenaikan harga. Namun, saat ini persediaan sudah ada. Sehingga, harga sudah mulai normal kembali. (her).










