Jebolan Sarjana Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang tahun 1975 ini mengaku, salah satu strategi yang diandalkan adalah memperkuat sinergi catur civitas akademika yang meliputi dosen, mahasiswa, pegawai dan alumni. Pihaknya juga telah merancang forum alumni sebagai ‘marketing tak langsung’ untuk memromosikan bendera PPs UNR.
Terkait target perolehan mahasiswa baru tahun ajaran baru 2018 ini, Nila mengaku sangat optomis. Alasannya, dua prodi yang dikelola yakni MIA dan MIH sudah terakreditasi B. Di samping itu, lanjut Nila, kerja sama dengan pemerintah daerah, kepolisian, pengadilan, kejaksaan dan instansi lain telah terjalin dengan baik dari dulu. “Mahasiswa kami banyak yang pegawai negeri sipil di pemda, anggota polisi, pegawai pengadilan, hakim, kejaksaan dan perusahaan. Alumni kami juga terebukti sangat banyak yang sukses di bidangnya masing-masing,” ujar wanita 63 tahun ini.
Lebih lanjut, soal daya dukung kualitas pengajar dan sarana, prasarana yang dimiliki PPs UNR, ia menjamin kelengkapan tersebut, apalagi telah melalui proses visitasi baru-baru ini oleh tim asesor BAN-PT. Ia optimis dengan tim barunya, bendera PPs UNR akan semakin berkibar, apalagi jajaran di bawahnya sudah berpengalaman dan berkualifikasi doktor. “Bu Cok (Kaprodi MIH), itu masih muda, pintar dan fresh. Bu Dayu (Kaprodi MIA) juga sudah berpengalaman sekali, lincah lagi. Dan Bu Diah (Sekertaris) sudah berpangalaman,” terangnya.
Terpisah, Rektor UNR Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si., memaparkan, dengan diangkatnya kaum perempuan sebagai pimpinan dan pejabat struktural di lingkungan UNR, membuktikan lembaga selalu membuka pintu bagi siapa saja yang berprestasi tanpa memandang gender. “Semua berpeluang menjadi pejabat, asal punya prestasi dan loyalitas untuk lembaga,” kata Sura memungkasi. (gde)










