Sosialisasi Program MBG di Badung Dorong Pemahaman Gizi Masyarakat Melalui Edukasi Berkelanjutan

u3-MBG-Kabupaten-Badung
Sosialisasi Program MBG di Kabupaten Badung, pada Kamis, (27/11).

BADUNG - fajarbali.com |  Upaya memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi terus dilakukan melalui sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi terbuka bagi warga, khususnya para orang tua dan tenaga pendidik, untuk mengenali manfaat program sekaligus memahami peran mereka dalam menjaga kualitas gizi anak-anak.

DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG untuk masyarakat Badung pada Kamis, (27/11). Pemerintah berharap masyarakat lebih aktif dalam mendukung kebiasaan makan sehat dan pola konsumsi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Dalam sambutannya secara daring melalui zoom, Anggota Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menegaskan bahwa BGN tidak cukup hanya berperan sebagai regulator. Ia menekankan bahwa lembaga ini harus tampil sebagai motor edukasi gizi nasional sekaligus benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari serbuan makanan ultra-proses.

“Peningkatan penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, hingga gagal ginjal memiliki keterkaitan erat dengan pola konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih. Karena itu, orang tua diminta lebih sigap dalam mengarahkan anak-anak memilih makanan sehat sesuai panduan WHO,” ucap Charles Honoris.

Charles menegaskan komitmen DPR untuk memastikan kebijakan gizi tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi hadir nyata di masyarakat. Penguatan lembaga serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia disebutnya sebagai syarat mutlak agar program berjalan efektif.
“Langkah-langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan bangsa, kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh kuat, sehat, dan siap membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia.” ungkapnya.

Perwakilan Badan Gizi Nasional, Mochammad Halim, menegaskan bahwa Program MBG bukan hanya tentang penyediaan makanan, tetapi juga mengenai pembentukan kesadaran kolektif akan pentingnya gizi seimbang. Ia menjelaskan bahwa setiap hidangan yang diberikan dalam program ini disusun dengan memperhatikan keseimbangan unsur gizi agar mampu menunjang pertumbuhan dan konsentrasi belajar anak.

BACA JUGA:  Wabah Corona Mengancam, Masker Ramai Diburu Warga

“Program ini adalah langkah konkret untuk memastikan generasi muda kita mendapatkan asupan terbaik. Namun keberhasilannya tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga peran aktif keluarga dan sekolah,” ujarnya.

Halim juga menekankan bahwa Program MBG dirancang untuk menghadirkan manfaat jangka panjang. Ia menyampaikan bahwa pendidikan gizi harus dimulai sejak dini agar anak-anak terbiasa memilih makanan yang lebih sehat. Menurutnya, pemahaman yang benar tentang sumber energi, sumber pertumbuhan, serta bahan pangan pendukung kesehatan akan menciptakan kebiasaan positif yang bertahan hingga dewasa.

“Kita ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan cerdas, dan itu dimulai dari makanan yang mereka konsumsi sehari-hari,” tambahnya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa Program MBG bukan hanya agenda pemerintah, tetapi sebuah gerakan bersama untuk menciptakan ekosistem gizi yang kuat. Komitmen bersama antara pemerintah, sekolah, dan keluarga menjadi kunci utama agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal.rl

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top