Soal Kebutuhan Pegawai Kontrak, Komisi I  DPRD Bali Minta Pemprov Transparan

DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Kebutuhan pegawai kontrak di lingkungan Pemprov Bali mendapat sorotan dari Komisi I DPRD Bali. Pasalnya, jumlah yang ada saat ini dinilai terlalu banyak.

Anggota Komisi I DPRD Bali IGK Kresna Budi menyatakan, selama ini pegawai kontrak yang ada saat ini. “Kita kan pengen tahu berapa jumlah pegawai, karena kita melihat banyak kali pegawai-pegawai baru,” ujarnya, Minggu (19/5/2019).

Pihaknya juga mempertanyakan apakah memang kebutuhan pegawai kontrak sangat mendesak. Seharusnya Pemprov Bali bisa memaksimalkan tenaga yang sudah ada saat ini. Disamping itu, beban anggaran bisa semakin ringan. “Kinerja pegawainya ingin kita maksimalkan. Apakah selama ini kebutuhan pegawai itu mencukupi?,” tanya dia.

Selama ini, kata dia, Komisi I tidak pernah mengetahui data tentang berapa jumlah kebutuhan pegawai kontrak dilingkungan Pemprov Bali, utama disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Padahal, jika dilihat dari bidangnya, Komisi I merupakan membidangi persoalan pegawai kontrak. “Datanya kan kita tidak pernah tahu. Berapa kebutuhan ditiap-tiap OPD kan kita tidak pernah tahu,” tandasnya.

Berkaca pada Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM). Rekrutmen terhadap kebutuhan pegawai yang diperlukan melibatkan Komisi I. Khusus untuk dilingkungan Pemprov Bali, dirinya menerima informasi bahwa banyak sekali pegawai kontrak yang masuk. “Kayak dulu, kebutuhan (RS) Bali Mandara kan kita tahu dengan jelas. Banyak sekali katanya yang masuk, kalau overload, ya gimana,” tutur dia.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top