Siswa SMP Swadarma Diberi Penyuluhan Kadar Gula Darah dan Obesitas

IMG-20250903-WA0015
Poltekkes Kemenkes Denpasar saat kegiatan pengabdian di SMP Swadarma, Denpasar

GIANYAR - fajarbali.com

Obesitas didefinisikan sebagai kondisi abnormal atau kelebihan lemak yang serius dalam jaringan adipose sedemikian sehingga mengganggu kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan obesitas dan kegemukan saat ini telah menjadi ancaman kesehatan di seluruh dunia. Obesitas telah menjadi masalah kesehatan dimana secara khusus prevalensi obesitas remaja mulai mengalami peningkatan sejak 3 dekade terakhir.

Menurut data epidemiologi di Indonesia diperoleh bahwa angka prevalensi berat badan lebih dan obesitas pada remaja di Indonesia masih tinggi. Provinsi Bali memiliki prevalensi berat badan lebih dan obesitas diatas prevalensi nasional untuk remaja usia 13-15 tahun dan usia 16-18 tahun. Untuk menanggulangi hal tersebut, dosen dan mahasiswa dari Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertopik: Penyuluhan penatalaksanaan obesitas dan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu pada remaja di SMP Swadharma, Denpasar, Bali.

Sosialisasi kepada Siswa SMP terkait Obesitas dan Kadar Gula Darah

Kegiatan berlangsung pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, dan diketuai oleh dosen Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Dr drg I Gusti Agung Ayu Dharmawati, M.Biomed. Bersama tim dosen dan mahasiswa, kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif di SMP Swadharma, Denpasar Utara, Denpasar.

Kegiatan diawali dengan sambutan dan pembukaan secara resmi oleh Kepala Sekolah SMP Swadharma, yang menyambut baik kegiatan ini serta memberikan dukungan terhadap kegiatan. Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat bagi kesehatan generasi muda terutamanya remaja. Ia menyebutkan bahwa skrining kesehatan seperti ini sangat penting dilakukan secara berkala, terutama di Sekolah-sekolah untuk memantau kesehatan siswa.

Sebanyak 50 siswa dari kelas VIII berpartisipasi dalam pemeriksaan skrining obesitas melalui pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT) yaitu dengan mengukur tinggi dan berat badan siswa. Serta melakukan pemeriksaan terhadap kadar gula darah yang terkait erat dengan kondisi obesitas. Pemeriksaan kadar gula darah dilakukan dengan menggunakan alat digital portabel yang sesuai untuk skrining lapangan. Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 12 siswa (24 %) memiliki IMT kategori gemuk, serta ada juga yang masuk ke dalam kategori kurus sebanyak 9 orang (18%). Untuk kadar gula darah semua siswa termasuk dalam kondisi normal.

BACA JUGA:  Gandeng PMI, Polwan Polresta Denpasar Gelar Donor Darah

Temuan ini menjadi dasar penting untuk intervensi lanjutan. Para siswa yang terdeteksi ke dalam kriteria genduk diberikan edukasi secara khusus untuk melakukan pola hidup yang sehat. Selain itu, pihak sekolah juga diberikan penjelasan tentang pentingnya mencegah obesitas.

Tidak hanya berfokus pada skrining, kegiatan ini juga disertai dengan sesi edukasi kesehatan yang disampaikan dalam bentuk Leafleft, yaitu media edukasi berbentuk gambar-gambar dengan keterangan yang dirancang secara menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Leafleft ini memuat pesan-pesan penting penyebab obesitas, bahaya obesitas, keterkaitannya dengan gula darah dan Diabetes Melitus. Serta pencegahan obesitas dengan metode CERIA yaitu : Cek kesehatan secara berkala; Rajin olahraga dan aktivitas fisik; Istirahat cukup dan atur pola tidur; Atur pola makan dengan makanan bergizi dan sehat. Metode ini terbukti mampu menarik minat siswa dan membuat materi kesehatan lebih mudah diserap dan dipraktikkan.

Ketua tim pengabdi, Dr drg I Gusti Agung Ayu Dharmawati M.Biomed., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi vokasi kesehatan dalam membangun kesadaran kesehatan sejak dini. “Kami ingin siswa mengetahui bagaimana mengatur pola makan yang sehat terutama dalam memilih jajanan dan pola hidup yang sehat. Sehingga obesitas dan kejadian Diabetes Melitus pada remaja dapat dicegah,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar, khususnya Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, berharap dapat terus membina hubungan kemitraan yang berkelanjutan dengan masyarakat, sekolah, dan pemerintah, serta turut serta mewujudkan generasi sehat dan cerdas.sar

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top