“Mempromosikan pariwisata berkelanjutan, Indonesia tidak hanya berupaya untuk menarik lebih banyak wisatawan tetapi juga untuk mengurangi jejak karbon secara signifikan. Hal ini sejalan dengan komitmen global untuk menghadapi perubahan iklim dan melindungi planet kita," tegasnya.
Ia melanjutkan, di Bali sendiri sudah ada contoh-contoh desa-desa yang menerapkan green tourism seperti, Ubud, Pantai Sanur, Taman Nasional Bali Barat Eco Village, Panglipuran, Green School Bali, dan Pantai Nusa Dua.
Rai Utama, berkesempatan memaparkan materi "Transformasi Pariwisata Menuju Ekonomi Hijau: Langkah Strategis untuk Kesehatan dan Keberlanjutan".
Ia menambahkan beberapa kecakapan yang diperlukan untuk menghadapi fenomena pergeseran pada abad-21. Tantangan Indonesia, di antaranya literasi dasar dan kemampuan menggunakan core skills untuk kehidupan sehari-hari.
“Kecakapan yang diperlukan pada abad 21 seperti literasi membaca, numerasi, literasi IPA, literasi TIK, literasi finansial, literasi budaya dan bermasyarakat,” kata Rai Utama.
Kemudian kompetensi, kemampuan siswa menyelesaikan permasalahan kompleks dapat dibentuk melalui karakter.
Kemampuan siswa menghadapi perubahan pesat pada lingkungan. Selain itu berpikir berpikir kritis, kreatif, komunikasi, kolaborasi, ingin tahu, inisiatif, gigih, adaptif, kepemimpinan, kepekaan sosial, dan budaya.
Ia juga merinci 12 kepribadian Gen Z, yakni wajib memiliki sosial media, no gadget no life, kurang suka membaca buku cetak, kreatif, aktif, dan dinamis, melek teknologi, berpikir out of the box, tidak loyal tetapi bekerja efektif, percaya diri (confidence), kritis terhadap fenomena sosial, pandai bersosialisasi (connected), suka yang serba cepat, dan lebih memilih HP dari pada TV.
Sementara itu, narasumber Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS memaparkan makalah berjudul, “Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Penelitian untuk Meningkatkan Ekonomi Hijau dan Kesehatan Global”, dan dr Sandy Qlintang M.Biomed (Deputy Director of Stem Cell & Cancer Institute, Kalbe) menyampaikan makalah berjudul, “Membangun Ekosistem Riset dan Inovasi untuk Ekonomi Hijau yang Berkelanjutan”.










