Sementara Arya Brata selaku Wakil Ketua Beranda Netizen Dewata menambahkan bahwa fungsi filterisasi adalah memastikan kebenaran infomasi yang akan beredar di masyarkat.
Harapannya agar sinergi antara Polri dengan penggiat medsos tetap berlanjut. "Untuk itu perlu dilakukan pendataan atau database kepada pemilik akun medsos yang berpengaruh dan memiliki follower dalam jumlah besar," terangnya.
Menanggapi hal itu, Kasubdit IV Ditintelkam Polda Bali AKBP Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si, memberikan tanggapan, beredarnya isu hoax dan provokatif dapat berdampak pada terganggunya situasi keamanan. Sehingga diharapkan sinergitas Polri dan Sahabat Media Sosial Bali dapat memberikan respon yang positif bagi keamanan Bali.
Hal yang sama disampaikan Kasubdit III Ditintelkam Polda Bali AKBP Gede Dartiyasa S.Sos., M.H. Sebagai ketua penyelenggara, ia menyampaikan bahwa tujuan dilibatkannya admin medsos adalah untuk menghindari beredarnya berita hoax, intoleransi dan radikalisme.
Ia juga berharap agar Admin medsos berperan aktif untuk turut melawan isu hoax, intoleransi, dan radikalisme dengan caranya masing masing. Demi menjaga keamanan dan kedamaian Bali sehingga perekonomian dan pariwisata Bali dapat terus meningkat.
Diakhir kegiatan, Admin Medsos yang tergabung dalam Sahabat Media Sosial Bali menyampaikan deklarasi bersama berupa “Bersinergi dengan Polda Bali meolak isu hoax, intoleransi dan radikalisme serta Siap menjadi garda terdepan dalam mencounter isu provokasi yang berpotensi mengganggu kamtibmas”. (hen)










