Atas aksinya itu, Jaksa Yuli menjerat terdakwa dengan dakwaan alternatif. Pada dakwaan ke satu, terdakwa dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.
Sedangkan pada dakwaan kedua, Jaksa Yuli memasang Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik. Dari dakwaan tersebut, terdakwa terancam pidana penjara maksimal selama 20 tahun.(eli)










