Puluhan Anjing Liar di Banjar Dieliminasi

Dari data vaksinasi tahun 2018 lalu, pihaknya sudah memvaksin hampir mendekati 80 persen anjing dari total populasi. Lalu apa setiap kasus gigitan solusinya harus dieliminasi? Wirawan menambahkan semua itu tergantung dari hasil lab. Menurutnya jika anjing yang mengigit pernah divaksin dan dipeliharan dengan baik itu tidak beresiko. Meskipun pernah mengigit di bagian kepala dan jika dilakukan observasi selama dua minggu oleh petugas dokter hewan tidak ditemukan tanda klinis, maka tidak mesti harus dilakukan eliminasi."Seandainya mati setelah mengigit, baru kami lakukan eliminasi tertarget dan selektif,” imbuhnya.

Perbekel Desa Banjar, Ida Bagus Dedy Suyasa tak menampik jika anjing liar hanya ditemukan di Dusun Ambengan saja. Bahkan anjing liar juga banyak ditemukan di enam dusun yang ada di wilayah Desa Banjar. Pihaknya pun mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Buleleng, agar sekiranya tindakan eliminasi ini juga dapat dilakukan di enam dusun lainnya."Dari laporan warga, disinyalir banyak anjing liar di dusun yang lain, dan itu sudah mengigit anjing-anjing yang lain. Akan kami koordinasikan dengan dinas terkait agar eliminasi dilakukan di semua dusun, berkoordinasi dengan warga lewat paruman,"jelasnya.

Untuk langkah antisipasi pihaknya akan berkordinasi dengan Prajuru Adat Desa Pakraman Banjar untuk membuat perarem pemeliharaan anjing. Dengan harapan anjing liar tak lagi ditemukan di wilayah Banjar."Kami akan segera berkordinasi dengan Desa Adat untuk segera membentuk perarem. Sehingga masyarakat lebih bertanggung jawab saat memelihara anjing. Entah itu dikandangkan, divaksin yang jelas tidak dilepasliarkan,” pungkasnya. (ags)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top