Direktur SLF, Dr. Kadek Sonia Piscayanti, yakin bahwa peluang sastra Indonesia untuk mendunia sangat terbuka lebar, asalkan dikemas dengan inovasi. Ia menekankan bahwa melalui SLF, Bali diharapkan bisa menjadi pusat pengembangan sastra nasional. Komitmen ini didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan RI dan Yayasan Mahima Indonesia.
Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, Wakil Rektor Undiksha, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus berperan sebagai "rumah" yang membawa manfaat bagi masyarakat luas. Singaraja, yang memiliki sejarah sebagai pusat kebudayaan, kembali diperkuat posisinya melalui acara ini.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Buleleng yang melihat sastra sebagai alat penting untuk melestarikan budaya. Namun, mereka juga menyoroti tantangan seperti rendahnya minat baca dan kurangnya interaksi antara penulis dan pembaca. Untuk itu, Bupati Buleleng menekankan pentingnya peran media sosial dan komunitas sastra dalam menjaga eksistensi sastra di tengah masyarakat.
David Irianto dari Tim MTN Kemdikbud RI berharap acara ini dapat menjadi wadah untuk menyalakan imajinasi generasi muda. Ia ingin para peserta terinspirasi, berani berkarya, dan menjadikan sastra bagian tak terpisahkan dari hidup mereka. (M-001)










