Meski begitu, AMD mengakui tantangan besar dalam adopsi AI terletak pada konsumsi daya, keamanan data, dan keterbatasan talenta. Untuk menjawab hal itu, AMD terus mengalokasikan 25 persen pendapatannya untuk riset dan pengembangan (R&D) serta bekerja sama dengan lembaga pendidikan dalam menyiapkan tenaga ahli AI.
Dengan langkah ini, AMD menegaskan perannya bukan sekadar produsen prosesor, melainkan mitra strategis global dalam membangun masa depan AI dan data center yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.










