Sensasi New York Steakhouse Klasik Ada di Bali

IMG-20260824-WA0019
Pembukaan secara resmi Wolfgang’s Steakhouse Bali, di Petitenget, Badung. [ist]

Chef Amiro Cruz, menjelaskan Porterhouse berasal dari bagian short loin dan terdiri dari dua bagian daging yang dipisahkan oleh tulang berbentuk T , yaitu Tenderloin atau Filet Mignon yang dikenal sangat lembut serta New York Strip atau Sirloin dengan karakter rasa beefy yang lebih kuat.

Dalam penyajiannya, Porterhouse dimasak dalam kondisi bone-in sebagai potongan utuh berukuran besar, kemudian diiris sebelum disajikan di atas sizzling platter yang sangat panas, dengan tulang tetap menjadi bagian dari presentasi.

Daging kemudian dipanggang pada suhu ekstrem 800°C (broiler) hingga menghasilkan lapisan kerak berkaramel (crust) di bagian luar, sementara bagian dalamnya tetap mempertahankan kelembutan tekstur dan kelezatan jus daging yang murni.

Hasil proses tersebut menghadirkan pengalaman menikmati steak dengan karakter rasa gurih, nutty, dan kompleks yang menjadi ciri khas Wolfgang’s Steakhouse.

Warisan Manhattan dan Dominasi di Asia Didirikan oleh Wolfgang Zwiener, ekspansi global Wolfgang’s Steakhouse lahir dari dedikasi terhadap kualitas tanpa kompromi, teknik craftsmanship tinggi, dan hospitality yang hangat.

Saat ini, Wolfgang’s Steakhouse telah mengoperasikan lebih dari 40 gerai di kota-kota megapolitan dunia, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Filipina, Singapura, Thailand, Hong Kong, dan Indonesia. 

Reputasi internasional ini dibangun atas konsistensi dalam menyajikan pengalaman bersantap yang berkesan di setiap pasarnya. Asia menjadi salah satu pendorong pertumbuhan tercepat sekaligus pasar terkuat bagi merek ini. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top