Lanjut Candra Pradhita, belasan topeng tua berusia lebih dari 50 tahun juga ditampilkan kembali. Pertunjukan ini dikemas dengan alur cerita mengharukan, seorang anak kecil yang bercita-cita menari barong tiba-tiba didatangi sosok kakeknya, seorang penari lawas, yang kemudian menyampaikan nilai-nilai leluhur. Cerita ini membentuk hubungan antar generasi dan menegaskan bahwa warisan para leluhur harus terus dijaga oleh generasi muda.
Keterlibatan pemuda dari 10 banjar juga menjadi momen penting untuk mempererat interaksi dan rasa kebersamaan antar desa adat. “Temen-temen yowana menyambut baik, mereka akan berinteraksi sehingga mengakrabkan pemuda dari 10 banjar ini,” jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan PKB sebagai wadah kebanggaan dalam melestarikan seni budaya. “Ayo jadikan ajang ini sebagai kebanggaan dalam melestarikan budaya,” pungkasnya.W-004










