Lebih lanjut, Suardana mengungkapkan, dengan dibukanya penerbangan langsung dari Tiongkok ke Bali, target 1.5 juta kunjungan di tahun 2024 dapat dicapai. Ini menjadi tantangan bersama bagaiamana pariwisata Bali bisa bisa menjembatani pasar yang tersebut untuk bisa dioptimalisasi salah satunya dengan memediasi penggunaan bahasa Mandarin.
“Karena memang kelemahan kita adalah penggunaan bahasa di luar bahasa Mandarin, dan saat ini TCI sudah berperaan untuk itu,” punkasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Unud, Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes., mewakili Rektor Unud, menyampaikan, perayaan Imlek dalam rangka memperingati kolaborasi antara Indonesia dan Tingkok, khusunya di Unud dengan berbagai institusi perguruan tinggi di Tiongkok.
“Kami berharap dengan perayaan ini semangat tahun naga kayu akan memberikan kekuatan, kesejahteraan dan kemakmuran untuk semua dan memperkuat kerja sama dengan berbagai institusi di Tiongkok,” pungkasnya.
Melalui kerja sama kebudayaan, pendidikan dan kursus bahasa Mandarin, Unud dapat memperluas kolaborasi dan beperluang untuk memberikan kursus bahasa Indonesia sehingga kerja sama ini dapat memberikan manfaat untuk memperkuat kerja sama yang telah terjalin selama ini.
Wakil Konjen Tiongkok Denpasar, Zheng Min mengatakan, Konsulat Tiongkok memberikan dukungan terhadap kerja sama budaya dan pendidikan antara Tiongkok dan Indonesia, hubungan antar ke dua negara pun semaik erat setelah tiga tahun sempat terhenti akibat pandemi covid-19.










