Dalam kesempatan yang sama, Ketua Senat Unhi Komang Atik Partayanti menjelaskan, peringatan hari jadi fakultas adalah momentum mempererat tali silaturahmi antarcivitas akademika, warga sekitar kampus, serta masyarakat umum.
Melalui yoga massal tersebut membuktikan Unhi sebagai kampus-nya umat Hindu selalu berkomitmen memberi kontribusi positif terhadap kesehatan warga. “Rangkaian HUT tahun ini kami angkat ‘Saniagam Brahmacari’ dengan tema ‘Anom Satya Dharma. Jadi kami menggali potensi-potensi pelajar SMA/SMK se-Bali melalui perlombaan,” kata dia memungkasi.
Insstruktur yoga Unhi Dr. I Gusti Bagus Wirawan, M.Si., memaparkan, peserta yang hadir diberikan Ata Yoga yang merupakan bagian dari yoga besar. Ata yoga, kata dia, lebih dikonsentrasikan pada gerakan tubuh. Karenanya, dalam latihan ada beberapa tahapan.
Pertama, masih menurut Bagus Wirawan, diawali dengan melantunkan Gaya Tri Mantra sebanyak tiga kali, dan Pranawa Om sebanyak lima kali. Hal ini dimaksudkan membersihkan lima lapisan badan, yaitu Panca Maya Kosa, dari Anamaya Kosa sampai Ananda Maya Kosa. “Untuk peserta non-Hindu, jangan khawatir, kami persilahkan melantukan sesuai ajaran masing-masing,” sebutnya.
Pembersihan lapisan tersebut dianggap sangat penting untuk membersihkan diri dari makanan dan minuman yang kita konsumsi, hingga menembus lapisan kebahagiaan. “Pada dasarnya, yoga adalah ke dalam, mulat sarira (introspeksi), masuk kelapisan badan itu sampai bertemu dengan sang jati diri untuk mencapai kesehatan dan kebahagiaan,” tandas dia. W-009










