Sementara itu, “Sour Lemonade” mematahkan klise balada romansa dengan menjadikan sang tokoh wanita sebagai anti-hero dalam cerita (“You’re all that I want / But you’re not what I need / You’re sweet in my mouth / But you’re bad for my teeth”). Lagu “Come Back”, yang turut melibatkan paduan suara persembahan Heny Janawati Vocal Expert, menampilkan sisi yang lebih rapuh dari Alien Child seraya mereka mengambil inspirasi dari balada musik country. (“Wish I could hold me and wipe off my tears / ‘Cause no one else can make me heal”). “Bahkan sebelum kami resmi menjadi Alien Child, kami selalu menggelorakan semangat feminisme. Kami sadar akan realita menjadi seorang wanita sejak kami masih kanakkanak. Akan tetapi, untuk album Rocket ini, kami ingin pesan feminisme dan female empowerment tersebut dikemas secara fun dan enjoyable – tanpa memandang jenis kelamin pendengar musik kami nantinya,” ungkapnya.
Selain itu, duo yang digawangi oleh pasangan Lala Maranda dan Aya Maranda ini akan bertolak ke Kanada untuk melanjutkan pendidikan mereka. Namun, Alien Child akan terus berkarya, di mana pun mereka berada. “Ibaratnya, kami pindah dapur, tapi kami bakal terus ‘memasak’ karya kami,” celoteh Alien Child. “Kami sudah bukan lagi musisi remaja. Kami sudah beranjak dewasa, dan itu artinya, sudah saatnya bagi kami untuk semakin serius dengan karir bermusik kami. Perbedaan waktu dan jarak tidak akan menghentikan langkah kami. Justru sebaliknya, perjalanan dan petualangan Alien Child baru saja dimulai,” bebernya. (M-001)










