Kabar menggembirakan lainnya, diumumkan seluruh warga Br. Serokadan yang sebelumnya dinyatakan positif terpapar Corona juga telah dinyatakan sembuh. Dirgayusa menjelaskan, sebelumnya jumlah warga Serokadan yang dinyatakan positif COVID-19 sebanyak 17 orang dan semuanya kembali ditegaskan telah dinyatakan sembuh per tanggal 12 Mei lalu. Sementara dari banjar lainnya di Desa Abuan masih ada 5 warga yang dirawat dengan rincian, satu dari Banjar Sala dan empat lainnya dari Banjar Abuan.
Disisi lain, pihaknya juga mengakui bahwa masa penetapan isolasi wilayah dan rumah di desa Abuan, Susut, Kamis hari ini merupakan hari terakhir. Karena itu, sesuai informasi dari BPBD Kabupaten Bangli pelayanan dapur umum yang dibangun di banjar Serokadan juga akan berakhir setelah besok. Meski demikian, sejauh ini kata Dirgayusa, pihaknya belum mendapat informasi resmi akan melakukan perpanjangan masa karantina wilayah atau tidak. “Tindak lanjut dari itu, besok (hari ini) akan dilaksanakan rapat dengan satgas desa dan kecamatan serta Satgas Kabupaten untuk membahas situasi dan langkah pasca karantina wilayah setempat,” ungkap Wayan Dirgayusa.
Sementara sesuai data perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Bangli hingga Rabu sore kemarin, tercatat Bangli masih menempati urutan pertama kasus positif diseluruh Bali. Dimana Bangli menyumbangkan 71 kasus positif corona dengan rincian 25 masih dirawat dan sebanyak 46 orang sudah dinyatakan sembuh. (arw)










