Seleksi ini, menurut Lihadnyana, adalah bagian dari amanat Undang-Undang ASN untuk menyelesaikan status tenaga non-ASN.Ini menjadi langkah besar bagi Buleleng. Setelah seleksi selesai, tugas kami berikutnya adalah memastikan penguatan kapasitas kompetensi mereka agar ASN di Buleleng mampu membawa daerah ini ke arah yang lebih maju,”jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa hasil seleksi akan diumumkan pada 27 Desember 2024 dalam acara refleksi akhir tahun, yang rencananya akan dihadiri oleh Kepala BKN dan sejumlah pejabat pusat.”Saat itu, Buleleng akan menunjukkan bahwa kami tidak hanya mempersiapkan secara teknis, tetapi juga memberikan masa depan yang lebih jelas bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi,”tegasnya.
Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Yudhantoro Bayu, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan seleksi ini.”Komitmen Bapak Pj Bupati Buleleng dan pemerintah daerah sangat luar biasa. Dari hasil sementara, kami melihat peserta Buleleng memiliki nilai tertinggi yang menjadi bukti keseriusan dalam mempersiapkan SDM,”ungkapnya.
Ia juga menyebut bahwa seleksi ini menjadi bukti sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.”Pelaksanaan di Buleleng sangat representatif, dan kami yakin ini akan menjadi contoh bagi daerah lain,”tambahnya.
Sri Rahayu, seorang peserta dari SD 1 Bongan Cina, Kecamatan Busungbiu, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah atas kesempatan ini.”Terima kasih banyak kepada pemerintah yang sudah membuka seleksi PPPK. Ini menjadi harapan besar bagi kami para tenaga honorer,”ujarnya.










