Dari sisi likuiditas, BRI Region 17 Denpasar telah menyiapkan kebutuhan kas sebesar Rp819 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik melalui mesin ATM, CRM, maupun layanan unit kerja operasional.
“Sebagai langkah antisipasi meningkatnya kebutuhan uang tunai masyarakat, kami telah menyiapkan kecukupan likuiditas yang optimal,” kata Hery.
Selain layanan kantor, masyarakat juga tetap dapat mengakses layanan perbankan BRI melalui berbagai channel digital dan jaringan layanan, seperti super aplikasi BRImo, 550 mesin ATM, 533 mesin CRM, serta Agen BRILink yang tersebar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Khusus pada perayaan Hari Raya Nyepi, BRI juga melakukan penyesuaian operasional pada layanan mesin. Mesin ATM dan CRM di wilayah Bali akan dimatikan secara bertahap mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 10.00 WITA, dan akan kembali diaktifkan secara bertahap pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 12.00 WITA.
BRI berharap langkah ini dapat memastikan kenyamanan serta kelancaran transaksi masyarakat selama periode libur panjang keagamaan. (rel)










