Sektor Pertanian Dinilai Potensial untuk Pertumbuhan Ekonomi di Masa Pandemi

Denpasar-fajarbali.com | Hingga saat ini pertanian dinilai masih menjadi sektor paling potensial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat pertumbuhan ekonomi Bali pada kuartal I/2021 terkontraksi minus 5,24 persen jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya atau minus 9,85 persen secara tahunan.


Ekonomi Bali yang didominasi sektor pariwisata telah mengalami pertumbuhan negatif sejak kuartal I/2020. Pada kuartal I/2020, pertumbuhan ekonomi Bali minus 1,2 persen. Pertumbuhan ekonomi kembali terkontraksi pada kuartal II/2020 sebesar minus 11,06 persen. Begitu juga pada kuartal III/2020 dan kuartal IV/2020, pertumbuhan ekonomi Bali terkontaksi masing-masing 12,32 persen dan 12,21 persen.

Menanggapi hal tersebut, Akademisi Ekonomi Ida Bagus Raka Suardana mengatakan, perekonomian Bali yang sangat bergantung pada pariwisata telah membuat ekonomi menjadi sangat terpuruk. Hingga saat ini, hanya ada dua sektor yang masih mengalami pertumbuhan positif yakni kesehatan dan informasi komunikasi.

“Sementara itu, terpuruknya sektor pariwisata membuat ekonomi beralih ke sejumlah sektor seperti kuliner maupun perdagangan. Kondisi ini membuat Bali dinilai harus melakukan tranformasi ekonomi, terutama ke sektor pertanian,” jelasnya, Rabu (23/6/2021).

Baca Juga :
Sikapi Ledakan Kasus Covid-19, Dinkes Bali Minta Tim Covid-19 dan Falkes se-Bali Siaga Satu
Geliatkan IKM Saat Pandemi, Pemasaran Melalui Platform Digital Perlu Ditingkatkan

Menurutnya, hampir semua kabupaten di Bali memiliki potensi pada sektor pertanian kecuali Badung dan Denpasar. Meskipun sebelumnya Badung dan Denpasar merupakan daerah penghasil produk pertanian yang cukup unggul di Bali. Di Badung dengan daerah Mengwi menjadi penghasil padi dan Denpasar dengan daerah Renon yang juga sebagai penghasil padi.

“Selain pertanian, memang ada sejumlah sektor lain yang berpotensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bali di masa depan, yakni ekonomi kreatif dan digital. Di sektor ekonomi kreatif, Bali memiliki peluang besar meski kurang mendapatkan sentuhan seperti teknik pengemasan,” imbuhnya.

Meskipun pertanian memiliki potensi, ia mengatakan pengembangan pertanian di Bali saat ini dihadapkan dengan sejumlah tantangan. Mulai dari risiko tanaman mudah rusak, kurangnya sentuhan teknologi, maraknya alih fungsi lahan, rendahnya partisipasi generasi muda, luas lahan yang tidak ekonomis, hingga kompetensi generasi muda yang rendah di sektor pertanian.

“Meskipun memiliki tantangan, saya melihat kebijakan pemerintah daerah maupun pusat saat ini mulai mendukung pengembangan sektor pertanian,” tutupnya. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Parwata Terima Audiensi Pegadaian Area Denpasar dan KMHDI Badung

Jum Jun 25 , 2021
MANGUPURA-fajarbali.com | Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata, Rabu (23/6/2021) menerima audiensi Pegadaian area Denpasar dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Badung.