Ni Luh Gede Martini selaku Koordinator/Ketua Sekolah Perempuan Kartini Bali Sruti menambahkan, proses tatap muka di sekolah tersebut dijadwalkan sebulan sekali. Namun komunikasi dengan pegurus sekolah tetap intens dilakukan.
"Selama ini, kan belum ada sekolah yang mewakilkan perempuan. Jadi Sekolah Perempuan Kartini ini lah jawabannya," jelasnya sembari mengatakan di Desa Dauh Puri Kangin terdapat 30 perempuan yang bergabung. (Gde)










