MANGUPURA-fajarbali.com | Di tengah meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Bali, hadirnya Sekolah Lansia “Werdha Winangun Urip” Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, menjadi simbol nyata bahwa proses belajar tidak berhenti karena usia.
Sekolah ini menjadi ruang baru bagi para lansia untuk tumbuh, berbagi pengalaman, dan menemukan kembali makna hidup yang produktif.
Setahun sejak berdiri pada Desember 2024, sebanyak 50 lansia resmi diwisuda. Mereka bukan hanya “tamat sekolah”, tetapi juga lulus dengan kesadaran baru: bahwa menjaga tubuh tetap sehat dan pikiran tetap aktif adalah kunci bahagia di masa tua.
Konsep Lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat) yang diusung BKKBN kini bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang hidup di tengah masyarakat Dalung.
Lansia Berdaya, Masyarakat Sejahtera
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For, MARS, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia merupakan bagian dari program Quick Win Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, yaitu Sidaya (Lanjut Usia Berdaya).
Program ini bersinergi dengan PJP (Program Jaminan Produktivitas), pemeriksaan kesehatan rutin, dan pelatihan keterampilan bersama Kementerian Ketenagakerjaan.
“Tujuannya jelas: agar para lansia tetap berdaya guna, tetap merasa dibutuhkan, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
BKKBN juga mendorong lahirnya kebijakan yang memberi ruang bagi tenaga kerja lansia mandiri di sektor swasta, sebagaimana peluang yang kini tersedia bagi penyandang disabilitas.










