Sekda Buleleng Minta Petugas Sensus Lebih Disiplin dan Berintegritas

SINGARAJA – fajarbali.com I Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa meminta kepada seluruh petugas sensus yang akan bertugas untuk lebih disiplin dan berintegritas.”Disiplin dan integritas diperlukan agar data yang diperoleh benar-benar valid dan memenuhi kebutuhan yang dicari,”harap Suyasa beberapa hari yang lalu.

Suyasa menjelaskan kedisiplinan dan komitmen yang tinggi harus dimiliki oleh petugas sensus. Integritas juga sangat diperlukan dari seorang petugas sensus. Tidak ada tawar menawar dalam sebuah sensus untuk mendapatkan data yang valid. Jika ada tawar menawar dalam sebuah data, validitas menjadi rendah.”Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) ini menjadi acuan kami dalam menyusun program. Jika validitas datanya rendah, program pembangunan bisa jadi salah sasaran,” jelasnya. Disiplin, komitmen dan integritas yang harus dimiliki petugas sensus ini juga berkaitan dengan tugas BPS. Data-data dari BPS dilindungi oleh undang-undang dan digunakan sebagai acuan. Segala bentuk program-program yang dikerjakan oleh pemerintah termasuk pemerintah daerah mengacu pada data BPS. Datanya tidak boleh dibuat oleh dinas di bawah pemerintah daerah.”Tetapi  dibuat oleh BPS. Kecuali BPS tidak bisa menyajikan data-data yang kita butuhkan. Baru dinas kita yang  melakukan analisa dengan mengumpulkan data-data yang dibutuhkan,” kata Suyasa.

 Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Buleleng Made Bimbo Abdi Suardika menyebutkan pada tahun 2020 BPS telah melakukan sensus penduduk. Sensus penduduk ini merupakan pendataan jumlah penduduk secara faktual. Berbeda dengan yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dimana pendataan dilakukan secara administratif. Sensus Penduduk tahun 2020 tersebut hanya mendata jumlah penduduk dan jenis kelamin.”Untuk mendapatkan parameter yang lainnya lagi untuk melakukan proyeksi penduduk nantinya akan ditindaklanjuti oleh Sensus Penduduk 2020 (SP2020) lanjutan,” sebutnya. Dirinya menambahkan SP2020 lanjutan akan mencari variabel untuk mendapatkan data karakteristik penduduk, variabel perumahan, dan ketenagakerjaan. Begitu juga dengan migrasi nantinya apakah penduduk Buleleng itu tetap 791.000 jiwa atau berubah. Dalam tahun-tahun berikutnya diperlukan juga penghitungan jumlah penduduk.”Nah itulah  tujuannya kegiatan ini. Nantinya petugas akan dilatih dulu sebelum terjun ke lapangan. Untuk  mendapatkan parameter-parameter tadi. Termasuk parameter demografi untuk menghitung proyeksi penduduk,” tutup Bimbo Abdi Suardika. W – 008

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Bupati Harapkan Pendamping PKH Lebih Serius Melakukan Pendampingan

Kam Apr 21 , 2022
AMLAPURA-fajarbali.com I Bupati Karangasem,I Gede Dana meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), TKSK untuk serius melakukan pendampingan program. Sehingga harapan pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dapat tercapai. Hal itu dikatakan bupati, saat hadir dalam sosialisasi undang-undanf nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana bersama anggota DPR RI Komisi VIII, I.G.N […]
BPD BALI