Sebagai penutup, kata dia ditampilkan Tari Telek Badung yang menyajikan kisah kosmis tentang turunnya Sang Hyang Tri Semaya ke dunia untuk meredam kekuatan Dewi Durga dan Kala Ludra yang bertemu di Setra Gandamayu. Dewa Brahma menjelma sebagai Jauk, Dewa
Wisnu sebagai Telek, dan Dewa Iswara sebagai Barong untuk menetralisir energi negatif demi menjaga keharmonisan alam. "Karya ini menjadi simbol perlindungan spiritual dan keseimbangan semesta," katanya.
Supyarta juga menambahkan bahwa ketiga karya ini berpadu menjadi satu artistik dan spiritual yang merefleksikan ketulusan bhakti, harmoni kosmis, serta jati diri budaya masyarakat Desa Adat Kiadan.
Untuk tampil di PKB 2025, Supyarta mengaku Sekaa Gong Ejo Banh telah mempersiapkan sejak tiga bulan lalu. "Total seniman yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 50 orang yang terdiri dari penari dan penabuh," ujarnya.W-004










