Disampaikan, sejatinya bila kondisi padinya normal biasanya dalam 20 are lahan, bisa mendapatkan hasil panen sekitar 15 karung. Namun dalam kondisi seperti sekarang ini, lanjut dia, paling banter bisa menghasilkan maksimal 5 karung saja.
Hal serupa juga diungkapkan petani lain Nengah Wijaya. Kata dia, dengan kondisi tersebut para petani setempat kini terancam gigit jari. Sebab, dipastikan hasil panen padi kini menjadi jeblok karena banyak tanaman padi tumbang. Diakui, penyebab tanaman padi rebah atau roboh karena tamanan padi terlalu gemuk sehingga batang padi tidak kuat menahan daun dan buah bulir padi. Maka ketika terkena hujan sedikit saja mengakibatkan tanaman padi langsung tumbang. “Kita tidak bisa mengatur komposisi pupuknya. Sementara limbah mentah babi yang masuk sawah juga mengakibatkan tanaman padi rawan terserang penyakit,”tegasnya. Atas kondisi tersebut, pihaknya turut berharap instansi terkait bisa menangani persoalan yang dialami para petani setempat. (arw).










