Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Ketut Wiratmaja, sebagai perwakilan alumni, memaparkan perjalanan panjang sekolah yang sempat berganti nama dari Tweede Klasse School, Sekolah Rakyat, hingga SD Negeri 1 Paket Agung. Tema peringatan 150 tahun SD Negeri 1 Paket Agung yaitu ‘Mengabdi, Menginspirasi, dan Membentuk Generasi’ yang mencerminkan warisan pendiri sekolah. Ia menyebut Raden Sukemi sebagai simbol pengabdian yang melahirkan inspirasi hingga melampaui Buleleng. Alumni, kata dia, berkomitmen menjaga peninggalan bersejarah melalui koordinasi dengan sekolah dan pemerintah kabupaten. Termasuk upaya menambah dua ruang kelas baru.
Pameran tematik ijazah dari era kolonial hingga modern menjadi sorotan acara. Wiratmaja menunjukkan stambuk (buku induk siswa) kuno meski mengakui belum menemukan jejak tulisan tangan Raden Sukemi di dokumen tertua.”Barang-barang seperti lemari 1828 dan bel masih utuh disimpan di perpustakaan. Ini bukti fisik dedikasi para pendahulu,”ungkapnya.
Perayaan 150 tahun ini menjadi momentum revitalisasi peran sekolah sebagai penjaga nilai sejarah sekaligus pencetak generasi unggul. Eksistensi 150 tahun membuktikan bahwa pengabdian tulus pendiri seperti Raden Sukemi mampu melampaui zaman. Kini tugas kita semua meneruskan estafet itu. @gus










