BANGLI-fajarbali.com | Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati (FKG Unmas) Denpasar kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelayanan kuratif kesehatan gigi dan mulut di Desa Bayung Cerik, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Kegiatan yang berlangsung pada 25–26 Mei 2026 ini dilaksanakan sebagai respons terhadap masih tingginya kebutuhan masyarakat akan perawatan gigi berlubang, pencabutan sisa akar, serta penanganan penyakit periodontal.
Desa Bayung Cerik merupakan salah satu wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan gigi. Kondisi tersebut menyebabkan masih banyak warga yang menunda perawatan hingga keluhan menjadi lebih berat.
Melalui kegiatan ini, tim dosen dan tenaga kesehatan dari FKG Unmas Denpasar menghadirkan layanan kesehatan gigi secara langsung kepada masyarakat dengan standar pelayanan yang menyerupai praktik dokter gigi profesional.
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan atau screening kesehatan gigi dan mulut untuk mendeteksi adanya gigi berlubang, sisa akar, karang gigi, serta berbagai permasalahan rongga mulut lainnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, masyarakat kemudian memperoleh tindakan sesuai kebutuhan dan indikasi medis, meliputi penambalan gigi, pencabutan gigi, serta pembersihan karang gigi (scaling).
Layanan pembersihan karang gigi menjadi primadona dalam kegiatan ini. Tim pelayanan menyediakan perangkat scaling elektronik serta kursi perawatan yang nyaman dan ergonomis sehingga masyarakat dapat merasakan pengalaman perawatan yang setara dengan pelayanan di klinik atau praktik dokter gigi.
Kehadiran fasilitas yang memadai tersebut terbukti meningkatkan minat masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan gigi yang tersedia.
Selain memberikan tindakan kuratif, kegiatan ini juga bertujuan mengidentifikasi berbagai permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang dialami masyarakat Desa Bayung Cerik sehingga dapat menjadi dasar perencanaan program kesehatan yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.
Kegiatan pengabdian ini mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Peserta yang hadir berasal dari berbagai kelompok usia, dengan dominasi anak-anak dan lanjut usia. Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelayanan dan terus meningkat hingga kegiatan berakhir.
Dokter Gigi Pemberi Pelayanan, drg. I Wayan Agus Wirya Pratama, MMRS, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi.
Selama pelaksanaan pelayanan tercatat sebanyak 119 kunjungan masyarakat yang memanfaatkan berbagai layanan kesehatan gigi dan mulut. Dari seluruh tindakan yang diberikan, pembersihan karang gigi (scaling) menjadi layanan yang paling diminati masyarakat karena memberikan manfaat langsung bagi kesehatan dan kebersihan gigi serta mulut.
“Kami berupaya menghadirkan pelayanan yang profesional dan nyaman agar masyarakat desa dapat merasakan pengalaman berkunjung ke praktik dokter gigi yang sesungguhnya. Harapannya, masyarakat menjadi lebih terbiasa melakukan pemeriksaan dan perawatan gigi secara rutin sehingga kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut terus meningkat,” ujarnya.
Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui kerja sama lintas sektor bersama Pemerintah Kabupaten Bangli.
Tim dokter gigi dari Puskesmas Kintamani I juga turut aktif mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk datang ke posko pelayanan sehingga jangkauan program menjadi lebih luas.
Perbekel Desa Bayung Cerik, I Nengah Mudayasa, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada tim FKG UNMAS Denpasar atas kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat desa.
“Pelayanan ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat kami. Desa Bayung Cerik merupakan wilayah yang relatif jauh dari fasilitas kesehatan sehingga kehadiran tim dokter gigi di desa sangat membantu warga untuk mendapatkan pelayanan yang selama ini sulit dijangkau. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.
Senada, Kelian Dinas Desa Bayung Cerik, I Made Adi Suardana, menjelaskan bahwa upaya promotif dan preventif sebenarnya telah rutin dilakukan bersama Puskesmas melalui kegiatan sosialisasi kesehatan gigi dan demonstrasi cara menyikat gigi yang benar kepada anak-anak TK dan SD.
Namun demikian, menurutnya, pelayanan kuratif yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat tetap sangat diperlukan.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat, kegiatan pengabdian ini menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Lebih dari sekadar memberikan pelayanan kesehatan, kegiatan ini diharapkan mampu membangun budaya sadar kesehatan gigi dan mulut sehingga masyarakat Desa Bayung Cerik dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik melalui senyum yang sehat dan terawat. (rel)










