Tak berselang lama, di hari yang sama sekitar pukul 18.11 Wita, pemuda yang memiliki tato ini kembali dirujuk ke UGD. Namun, gejalanya sudah semakin parah, yakni takut sinar, air, serta muntah-muntah. Petugas UGD pun sempat terkena muntahan korban. Setelah mendapat perawatan, pada pukul 20.00 Wita nyawa korban akhirnya tidak bisa diselamatkan.
Menyikapi kondisi ini, dr. Adi Swapatni menegaskan pihaknya sudah terjun. Keluarga, pacar, petugas UGD yang sempat kontak dengan korban langsung diberikan VAR. Tak hanya itu, teman-teman korban yang sebelumnya sempat minum-minum (mengkonsumsi alkohol) bersama korban juga segera diberikan VAR. Hingga kemarin tercatat sudah 25 orang dekat korban yang disuntik VAR.
Disinggung mengenai stok VAR yang dimiliki Kabupaten Klungkung saat ini, mantan Dirut RSUD ini mengatakan jumlahnya hanya 200 ampul. Untuk menutupi stok yang tipis tersebut, saat ini pihaknya sedang melakukan proses pengadaan vaksin. Yakni sebanyak 1700 ampul. Dirinya pun berharap, masyarakat bisa lebih warpada dan tidak meremehkan kasus gigitan anjing. "Selain memberikan VAR, kami dari Diskes juga akan melakukan penyuluhan kepada keluarga korban. Karena selama ini warga masih meremehkan penyakit ini setelah digigit anjing," terang dr. Adi Swapatni. (dia/Fajar Bali)










