Lebih menggembirakan lagi, dari pemeriksaan suab kedua terhadap OTG yang dikarantina di RS Bangli tersebut belakangan hasilnya sudah negatif. "Yang pemeriksaan pertama positif lalu diambil suab yang kedua ternyata sudah negative,” jelasnya. Tapi, lanjut Nadi, untuk sementara yang bersangkutan masih di karantina sih di RSU Bangli. Lantas kenapa tetap dilakukan rapid test pada anggota keluarganya? Ditegaskan kembali oleh Kadiskes Nengah Nadi, lantaran sudah menjadi protap penanggulangan covid-19. “Mengingat sebelumnya memang sempat hasilnya positif, sehingga kami lakukan rapid test juga kepada anggota keluarganya yang sempat diajak kontak langsung. Tujuannya, untuk deteksi dini guna mengantisipasi dan mencegah penyebaran yang lebih luas," pungkasnya. (arw)










