”Dari hasil pemeriksaan medis penykit penyerta korban yakni sakit paru dan yang bersangkutan telah dikubur dengan menggunkan protocol Covid 19 sekitar pukul 11. 00 kemarin. Korban meninggalkan dua orang anak. Satu berusia delapan tahun dan empat tahun,”jelas Suyasa lagi. Selain satu orang yang meninggal dunia Suyasa juga menuturkan ada dua orang pasien Covid 19 di Kabupaten Buleleng yang dinyatakan sembuh. Kedua orang tersebut yakni PDP 51 seorang staf di Kantor Camat Seririt. Yang bersangkutan menjalani perawatan selama 67 hari dan 17 kali swab yang mana yang bersangkutan ditangani di Provinsi Bali dan PDP 137 DARI Kecamatan Kubutambahan. Dimana PDP 137 menjalani perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit Pratama Giri emas dengan melakukan tes swab tiga kali dengan kedua dan ketiga hasilnya negative.
”Selain satu meninggal ada dua orang PDP yang dinyatakan sembuh. Satu yang ditangani Provinsi dan satu di rawat di RS Prtama Giri Emas, Kecamatan Sawan,”lanjutnya.
Lebih jauh Suyasa mengakui tim surveillance terus bergerak mendeteksi ataupun melacak kontak erat kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Ini dilakukan semasih ada ditemukan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Buleleng dengan tidak membedakan apakah kasusnya berakhir sembuh atau bahkan meninggal. Bahkan pihaknya menjelaskan tim surveillance di bawah GTPP Covid-19 Buleleng terus bergerak dan tidak pernah membedakan apakah kasusnya berakhir sembuh atau bahkan meninggal. Setiap ada kasus terkonfirmasi, pasti ditindaklanjuti oleh GTPP Covid-19 Buleleng. Tindak lanjutnya adalah dengan terus melacak siapa saja yang pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi. Sehingga, pekerjaan tim surveillance akan berhenti ketika data dan informasi sudah pada titik ujungnya atau tidak ada lagi tambahan informasi.










