Sarya mengatakan, Ketiganya tertimpa pohon santen disekitaran jalan banjar Dinas Belubuh, Desa Seraya Timur. Paling parah, katanya, pohon menimpa Nyoman Sukmayasa yang berada di depan, dengan luka parah di bagian kepala akibat tertimpa pohon tersebut. Begitu pula sang bapak, juga mengalami luka parah pda bagian kepala sehingga saat ini masih mendapat perawatan di RSUP Sanglah. "Kakaknya hanya mengalami luka-luka di bagian pipi, hidung dan bibir," ujarnya.
Dikatakan, setelah kejadian itu ketiganya sempat dilarika ke Puskesmas Seraya untuk mendapat pertolongan. Akan tetapi, karena lukanya parah, mereka dibawa ke RSUD Karangasem. Bahkan, pihak RSUD Karangasem langsung merujuk bapak dan anak yang menderita luka-luka ke RSUP Sanglah. Akan tetapi, sekitar pukul 23.00 Wita korban dinyatakan telah meninggal dunia. Sedangkan bapaknya sampai saat ini belum sadarkan diri. "Bapaknya masih di RSUP Sanglah, sementara jenasah Nyoman Sukmayasa sudah berada dirumah," ujarnya lagi.
Rencananya, kata Sarya, jenasah korban akan dikubur di kuburan karena belum tanggal giginya sehingga belum bisa dilakukan pengabenan. Penguburan akan dilakukan di setra Desa adat Seraya sore sekitar pukul 17.00 wita. Sarya juga sangat berharap, mengingat kondisi kerabatnya itu yang masih tergolek di RSUP Sanglah, pemerintah bisa membantu biaya pengobatannya. "Semoga pemerintah membantu biaya pengobatannya di Rumah sakit," ujarnya lagi.










