Sapporo Cardio Vascular Clinic Berhasil Lakukan Operasi TAVI Pertama di Bali International Hospital

IMG-20260309-WA0010
Dr. dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP, SubSp.Kl.,IKKv(K), memberikan keterangan pers.

DENPASAR-fajarbali.com | Sapporo Cardio Vascular Clinic (SCVC), pusat layanan kardiovaskular yang merupakan bagian dari Hong Kong Asia Medical Group (HKAMG), secara resmi memperkenalkan kehadirannya di Indonesia melalui kolaborasi dengan Bali International Hospital (BIH) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan dan Kesejahteraan Sanur, Bali.

Kehadiran ini ditandai dengan pelaksanaan tindakan operasi Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) pertama SCVC di BIH yang menunjukkan pencapaian penting layanan kardiologi tingkat lanjut di Bali.

Melalui program ini, dua pasien Indonesia telah berhasil menerima tindakan operasi pada 7 Maret 2026. Adapun proses screening, persiapan kandidat telah dilakukan sejak Desember 2025. Program ini menjadi tonggak penting karena merupakan operasi TAVI pertama SCVC di BIH yang dilakukan melalui kolaborasi tim dokter multinasional.

Prosedur dilakukan oleh Dr. dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP, SubSp.Kl.,IKKv(K), dokter spesialis jantung intervensi dari SCVC bersama Prof. Lam Yat Yin dan Prof. Su Xi dari HKAM Group.

Seluruh biaya tindakan dalam program ini ditanggung oleh HKAMG sebagai bagian dari Surgery CSR Program, sebuah inisiatif kemanusiaan yang bertujuan memperluas akses pasien terhadap teknologi medis canggih yang sebelumnya sulit dijangkau.

Bagi pasien dengan stenosis aorta berat, kondisi penyempitan katup jantung berisiko menyebabkan gagal jantung hingga kematian jika tidak ditangani.

Program ini memberikan harapan baru. Banyak pasien dengan kondisi tersebut sebelumnya menghadapi keterbatasan pilihan terapi karena risiko tinggi operasi jantung terbuka atau harus mencari pengobatan ke luar negeri dengan biaya yang sangat besar.

Melalui kolaborasi SCVC dan BIH, pasien Indonesia kini dapat memperoleh prosedur jantung kompleks dengan standar internasional lebih dekat dengan rumah mereka.

Pada kesempatan yang sama, Steven Tse, CEO Hong Kong Asia Medical Group (HKAMG), mengatakan bahwa ekspansi SCVC ke Indonesia merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat akses layanan jantung berkualitas di kawasan Asia.

BACA JUGA:  Masyarakat Diminta Waspada Transmisi Lokal Virus Corona

“Selama lebih dari dua dekade, HKAMG berkomitmen mengembangkan layanan kardiovaskular melalui integrasi praktik medis, pendidikan, dan penelitian. Kehadiran SCVC di Indonesia merupakan bagian dari upaya kami untuk menghadirkan teknologi medis mutakhir serta kolaborasi keahlian dokter internasional guna memperluas akses layanan jantung bagi pasien di kawasan Asia Tenggara," ujar Steven.

Ia menambahkan bahwa program operasi TAVI mencerminkan komitmen HKAMG untuk memastikan inovasi medis dapat menjangkau pasien yang benar-benar membutuhkan.

“Melalui program CSR TAVI ini, kami ingin memastikan bahwa inovasi medis tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat diakses oleh pasien yang membutuhkan," kata Steven.

Menurut dia, inisiatif ini juga membantu menjawab kebutuhan layanan jantung kompleks di Indonesia sehingga pasien tidak perlu lagi mencari pengobatan ke luar negeri.

Pengenalan prosedur TAVI di Bali International Hospital menandai tonggak penting dalam memperluas pilihan penanganan bagi pasien dengan penyakit katup jantung di Indonesia. Ketersediaan layanan ini menunjukkan bahwa prosedur jantung yang kompleks kini dapat dilakukan di Bali dengan standar internasional.

Sementara itu, Dr. Noel Yeo, Chief of Commercial & Operations PT Pertamedika Bali Hospital, menyampaikan bahwa kolaborasi antara BIH dan SCVC merupakan langkah penting dalam memperkuat pengembangan layanan kardiovaskular berteknologi tinggi di Indonesia.

Ia berujar, pengenalan prosedur TAVI di BIH merupakan tonggak penting dalam memperluas pilihan penanganan bagi pasien dengan penyakit katup jantung di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa prosedur jantung yang sangat kompleks kini dapat dilakukan di Bali dengan standar pelayanan internasional.

“Di BIH, kami berfokus untuk memastikan kesiapan infrastruktur, teknologi medis, serta kolaborasi dengan para dokter spesialis agar prosedur ini dapat dilakukan secara aman dan efektif. Melalui kemitraan dengan SCVC, kami juga berupaya terus mengembangkan layanan kardiovaskular yang komprehensif sekaligus memperkuat kapabilitas kardiologi intervensi di Indonesia," pungkasnya.

BACA JUGA:  Poltekkes Denpasar Dorong Peran Kader Posyandu, Dalam Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil

Penyakit kardiovaskular hingga saat ini masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu kondisi serius yang kerap ditemukan pada populasi lanjut usia adalah stenosis aorta berat, yaitu penyempitan katup aorta yang dapat menyebabkan sesak napas, nyeri dada, pingsan, hingga gagal jantung.

Seiring meningkatnya angka harapan hidup, prevalensi penyakit katup jantung degeneratif juga terus bertambah, sementara tidak semua pasien memiliki kondisi yang memungkinkan untuk menjalani operasi jantung terbuka.

TAVI merupakan prosedur minimal invasif untuk mengganti katup aorta tanpa perlu operasi jantung terbuka. Katup baru dimasukkan melalui kateter yang biasanya diakses melalui arteri paha. Dengan begitu, prosedur ini memiliki risiko lebih rendah serta waktu pemulihan lebih cepat dibandingkan operasi konvensional.

Rata-rata pasien dapat pulang dalam waktu 48–72 jam, menjadikannya alternatif terapi penting bagi pasien lanjut usia atau pasien dengan risiko operasi tinggi.

Di Indonesia, meskipun tindakan TAVI telah tersedia, prosedur ini masih dilakukan oleh jumlah rumah sakit yang terbatas. Kehadiran layanan ini di Bali International Hospital diharapkan dapat memperluas akses sekaligus meningkatkan standar layanan jantung nasional.

Menurut dr. Junior Rina Artha, layanan ini membuka peluang baru bagi pasien yang sebelumnya memiliki keterbatasan pilihan terapi.

“Banyak pasien stenosis aorta berat datang dalam kondisi lanjut dan berisiko tinggi untuk menjalani operasi terbuka. Dengan TAVI, kami dapat memberikan alternatif terapi yang lebih aman dan efektif dengan proses pemulihan yang lebih cepat. Kolaborasi tenaga ahli dalam dan luar negeri ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan standar layanan jantung intervensi di Indonesia," imbuh dr. Junior.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top