Khusus bagi driver Bluebird (sopir), dipastikan terbebas dari Covid-19, bahkan sopir yang ingin kembali bekerja yang sempat melakukan aktivitas mudik harus memiliki hasil rapid test negatif dan menjalankan karantina mandiri selama 14 hari. Itupun ditegaskan Panca Wiadnyana para sopir harus mengikuti induction training (training conducted Covid-19) serta lulus pada kegiatan refresh training terkait standar pelayana New Normal. " Pengemudi pulang kampung balik tidak bisa langsung kerja. Mereka harus menunjukkan hasil rapid test negatif dan telah melewati karantina mandiri 14 hari. Setelah 14 hari baru kita izinkan datang ke kantor untuk mengikuti induction training dan harus memiliki nilai minimal 70 saat refresh training atau harus mengulang lagi," tegas Panca Wiadnyana.
Ditegaskannya kembali penerapan aspek hygiene menjadi hal yang sangat berharga bagi Bluebird dalam memberikan layanan. Penerapan physical distancing dengan mengedepankan low touch juga didukung sistem order dan pembayaran secara non tunai. Bahkan Bluebird telah memakai sistem pembayaran otomatis untuk masuk tol melalui RFID (Radio Frequensy Identification) Flo sehingga benar-benar mengurangi terjadi sentuhan dalam melakukan transasksi. Selanjutnya dengan sistem Tracking customer bisa dijemput pada titik jemput yang tepat dan cepat, sekaligus menyajikan data tracking bagi seluruh penumpang Bluebird bila diperlukan pemerintah seandainya ada penumpang diketahui terpapar Covid-19. Layanan lainnya juga diberikan Bluebird melalui program layanan “Bluebird COD” (Chat-Order-Delivery) untuk mendukung kelancaran aktivitas dan kebutuhan masyarakat selama beraktivitas di rumah. (kdp).










