
Hari Raya Galungan dan Kuningan menjadi momentum untuk menyucikan diri.
GIANYAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan hari suci umat Hindu, yang diperingati 210 hari sekali berdasarkan Kalender Saka Bali tepatnya pada Rabu kliwon wuku Dungulan. Hari Raya Galungan dirayakan sebagai simbol kemenangan dharma atas adharma, atau kebenaran menang melawan tidak benar. Pada hari ini kita akan melihat orang Bali ramai-ramai berdoa ke pura.
Galungan merupakan momen perayaan yang penuh kebahagiaan dan haru. Pada hari ini, umat Hindu menghiasi rumah-rumah dengan "penjor" - tiang bambu yang dihiasi dengan janur (daun kelapa), bunga, dan berbagai hasil bumi sebagai ungkapan syukur atas limpahan berkah yang diberikan Sang Hyang Widhi (Tuhan). Galungan menandai kemenangan Dharma, yaitu kemenangan kebenaran dan keadilan, atas Adharma, yaitu kejahatan dan ketidakadilan. Perayaan ini juga menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Bali untuk merayakan kehidupan dan memberikan penghormatan kepada leluhur mereka.
Hari Raya Kuningan adalah hari pemujaan kepada Sang Hyang Widi karena umat Hindu meyakini para dewa, bhatara, diiringi oleh para pitara turun ke dunia hanya sampai tengah hari saja. Oleh karenanya pelaksanaan upacara dan persembahyangan pada Hari Raya Kuningan dilakukan hingga tengah hari saja. Dan di rayakan 10 hari setelah hari raya galungan.
Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi seluruh umat Hindu di Bali dan seluruh Indonesia! Perayaan ini menjadi momen suci yang penuh berkah dan kebersamaan bagi seluruh masyarakat.










