Sambut Baik Bali Dibuka untuk Wisman, Ingatkan Tetap Jalankan Prosedur yang Tepat

ANGUPURA-fajarbali.com | Rencana pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman) mendapat sambutan baik dari wakil rakyat Badung.


Wakil rakyat yang duduk di DPRD Badung itu berharap, pembukaan pariwisata dapat menggeliatkan kembali ekonomi Bali yang terpuruk akibat pandemi covid-19. Namun, tetap dengan prosedur yang tepat. Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata mengatakan, pihaknya sudah mendengar langsung dari Pemerintah pusat melalui zoom meeting, beberapa langkah untuk membuka sektor pariwisata.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat karena akan membuka pariwisata Indonesia bagi kalangan wisman,” ujarnya, Rabu (16/6/2021).

Salah satu program yang harus didorong kata Parwata, yakni upaya peningkatan sektor pariwisata yang merupakan andalan pendapatan daerah Kabupaten Badung agar bisa kembali menggeliat. 

Baca Juga :
Lontar Kuno Bertahun Caka 1819 Ditemukan Di Selat Dalam Keadaan Termakan Rayap
RPJMD Semesta Berencana, Melenggang Tanpa Hambatan

Salah satu yang konkret, ujarnya dorongan Presiden dan seluruh jajaran kementerian untuk melakukan kegiatan-kegiatan kementerian dan pemerintah pusat di Bali khususnya di Badung. “Ini kami sambut dengan baik,” katanya.

Walau begitu, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan bersama-sama baik pemerintah pusat maupun daerah. Pertama, pembukaan pariwisata ini jangan sampai menjadi klaster baru. Begitu wisatawan domestik maupun wisman masuk ke Bali, katanya, betul-betul harus di-screening dengan baik dan prosedur yang benar.

“Jangan sampai kasus covid-19 di Bali menjadi naik lagi,” tegas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung.

Karena itu, katanya, masing-masing harus memberikan peranan. Bagaimana Pemprov, bagaimana Kabupaten Badung, bagaimana pemerintah pusat dengan Satgas Covidnya, bagaimana Angkasa Pura. Ini harus dilakukan selektivitas terutama di Bandara Ngurah Rai yang dikelola oleh PT Angkasa Pura.

“Angkasa Pura, harus benar-benar menyiapkan satu fasilitas yang memang baik dan dapat dipertanggungjawabkan dan tidak membebani biaya yang mahal kepada wisman maupun wisdom,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Parwata, terkontrol dengan baik. Jadi tamu-tamu yang datang ke Bali terkontrol dengan baik, dilakukan swab, kemudian dilakukan karantina, kemudian ada emergencynya. Tetapi semua proses itu tidak memberatkan para pihak, antara lain tak memberatkan tamu.

“Jangan sampai tamu menjadi beban. Aduh datang ke Bali mahal bayar swabnya, aduh proses seluruhnya panjang harus mengantri di bandara dan sebagainya. Ini tak boleh terjadi,” ungkapnya sembari menambahkan, tamu yang datang ke Bali dibuat nyaman selama di era covid ini.

Selanjutnya dilakukan pemerataan atau pemerintah memberikan perhatian yang sama. Bukan saja Nusa Dua menjadi sektor prioritas tetapi juga kecamatan yang lain. Ada Kecamatan Kuta, Kuta Utara, Abiansemal, kemudian Mengwi dan Petang. Bagaimana kita melibatkan potensi yang ada di masing-masing kecamatan sebagai bentuk kepedulian dan pemerataan kita di Kabupaten Badung.

Parwata juga menyatakan, Badung sangat siap untuk menyambut wisatawan mancanegara. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan seluruh camat, seluruh kepala desa. Semangat mereka dibangkitkan untuk menjaga protokol kesehatan demi mencegah meluasnya covid-19 supaya hijau semuanya.

“Sampai satgas banjar pun dilibatkan. Jadi kami sangat siap menyambut kedatangan wisatawan,” katanya. (put)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Suradnyana Apresiasi Sistem KPK

Sab Jun 19 , 2021
SINGARAJA-fajarbali.com | Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana memberikan apresiasi terhadap sistem yang dibangun oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.