Dewa Kresna melihat kesadaran dari masyarakat cukup tinggi dan peduli dengan adanya bilik dekontaminasi ini. Meski terdapat petugas seperti satpam dan penyanggra, sebagian masyarakat juga dengan kesadaran sendiri tetap memasuki bilik tersebut tanpa diarahkan.
“Kami bersyukur tingkat kepedulian masyarakat terhadap pencegahan ini begitu tinggi. Selain itu, masyarakat juga terus berdatangan memberikan bantuan atau donasi kepada petugas medis yang bertugas dalam penanganan covid-19 ini,” ungkapnya.
Disinggung Soal kunjungan ke RSUP Sanglah, Dewa Kresna mengaku memang terjadi penurunan. Salah satunya ditandai dengan Bed Occupancy Ratio (BOR) kunjungan poliklinik hanya 30 persen dibandingkan biasanya. “Masyarakat yang membutuhkan layanan poliklinik, kami tetap buka seperti biasa,” imbuhnya. (dar).










